Desa - ngeruDalam Angka

Desa Ngeru Dalam Angka

Selamat Datang di Halaman DESA Ngeru - Kecamatan Moyo Hilir - Kabupaten Sumbawa - Provinsi Nusa Tenggara Barat
Profil Pekerjaan Pendidikan Agama Status Kawin Umur Pemilih Berita Fasilitas Perangkat
Profil Desa Ngeru

Profil Desa Ngeru

Nama Desa/Kel NGERU
Kode Desa 5204092007
Kecamatan Moyo Hilir
Kabupaten Sumbawa
Koordinat -8.5180340, 117.5162170
Kode Pos -
Alamat Kantor -
Telepon -
Email -
Kepala Desa/Lurah -
Jumlah Penduduk 2,029
Website https://desa-ngeru.sumbawakab.go.id/
Ringkasan Kependudukan
Total
2,029
Laki-laki
977
Perempuan
1,052
Sex Ratio
92.87
Indeks Keterkinian Data
🔴 Data Historis

Struktur Umur:
Anak, Remaja: 60 | Produktif: 1,575 | Lansia: 394

Pendidikan:
Rendah: 693 | Menengah: 1,055 | Tinggi: 262

Pekerjaan:
Petani: 782 | Nelayan: 42 | Buruh: 18
Karyawan: 29 | Pedagang: 7 | Wiraswasta: 37
PNS: 14 | Belum Bekerja: 660

Ringkasan Profil:

Berdasarkan hasil pengolahan data kependudukan pada wilayah desa, jumlah penduduk tercatat sebanyak 2,029 jiwa, terdiri dari 977 laki-laki dan 1,052 perempuan, dengan rasio jenis kelamin sebesar 92.87. Komposisi umur terdiri dari balita sebesar 0.0%, anak 0.0%, (data penduduk belum terupdate), remaja 3.0%, produktif 77.6%, dan lansia 19.4%. Tingkat ketergantungan penduduk berada pada 19.4% yang menggambarkan beban tanggungan penduduk produktif. Proporsi lansia cukup tinggi sehingga membutuhkan perhatian layanan kesehatan dan sosial. Status data: DATA HISTORIS CAMPURAN. Sebagian besar indikator berasal dari data lama (terutama pendidikan dan pekerjaan) sehingga bersifat tidak sepenuhnya aktual. Dari sisi pendidikan, dominasi berada pada pendidikan menengah (52.5%). Dalam bidang pekerjaan, dominasi berada pada sektor berbasis sumber daya alam (88.7%). Struktur ekonomi didominasi sektor sumber daya alam (88.7%). Catatan temporal: data pendidikan termasuk data historis (±13 tahun), data pekerjaan termasuk data historis (±13 tahun). Secara umum wilayah ini memiliki potensi sumber daya manusia yang cukup baik dengan dominasi usia produktif. Diperlukan penguatan berkelanjutan pada sektor pendidikan, ekonomi, dan lapangan kerja agar pembangunan lebih inklusif dan berkelanjutan.