Desa - lopok beruDalam Angka

Desa Lopok Beru Dalam Angka

Selamat Datang di Halaman DESA Lopok Beru - Kecamatan Lopok - Kabupaten Sumbawa - Provinsi Nusa Tenggara Barat
Profil Pekerjaan Pendidikan Agama Status Kawin Umur Pemilih Berita Fasilitas Perangkat
Profil Desa Lopok Beru

Profil Desa Lopok Beru

Nama Desa/Kel LOPOK BERU
Kode Desa 5204260005
Kecamatan Lopok
Kabupaten Sumbawa
Koordinat -8.6135330, 117.5363220
Kode Pos -
Alamat Kantor -
Telepon -
Email -
Kepala Desa/Lurah -
Jumlah Penduduk 1,385
Website https://desa-lopokberu.sumbawakab.go.id
Ringkasan Kependudukan
Total
1,385
Laki-laki
687
Perempuan
698
Sex Ratio
98.42
Indeks Keterkinian Data
🔴 Data Historis

Struktur Umur:
Anak, Remaja: 35 | Produktif: 1,150 | Lansia: 200

Pendidikan:
Rendah: 483 | Menengah: 685 | Tinggi: 204

Pekerjaan:
Petani: 617 | Nelayan: 0 | Buruh: 26
Karyawan: 14 | Pedagang: 9 | Wiraswasta: 5
PNS: 10 | Belum Bekerja: 402

Ringkasan Profil:

Berdasarkan hasil pengolahan data kependudukan pada wilayah desa, jumlah penduduk tercatat sebanyak 1,385 jiwa, terdiri dari 687 laki-laki dan 698 perempuan, dengan rasio jenis kelamin sebesar 98.42. Komposisi umur terdiri dari balita sebesar 0.0%, anak 0.0%, (data penduduk belum terupdate), remaja 2.5%, produktif 83.0%, dan lansia 14.4%. Tingkat ketergantungan penduduk berada pada 14.4% yang menggambarkan beban tanggungan penduduk produktif. Status data: DATA HISTORIS CAMPURAN. Sebagian besar indikator berasal dari data lama (terutama pendidikan dan pekerjaan) sehingga bersifat tidak sepenuhnya aktual. Dari sisi pendidikan, dominasi berada pada pendidikan menengah (49.9%). Dalam bidang pekerjaan, dominasi berada pada sektor berbasis sumber daya alam (90.6%). Struktur ekonomi didominasi sektor sumber daya alam (90.6%). Catatan temporal: data pendidikan termasuk data historis (±13 tahun), data pekerjaan termasuk data historis (±13 tahun). Secara umum wilayah ini memiliki potensi sumber daya manusia yang cukup baik dengan dominasi usia produktif. Diperlukan penguatan berkelanjutan pada sektor pendidikan, ekonomi, dan lapangan kerja agar pembangunan lebih inklusif dan berkelanjutan.